Syalom ...
Di bulan Agustus ini, tepatnya tanggal 8 Agustus 2007 akan diadakan pemilihan gubernur DKI Jakarta secara langsung. Walaupun kami berdomisili di Semarang, kami tetap mendukung dalam doa supaya Tuhan campur tangan dalam proses pemilihan ini sehingga berjalan dengan damai, aman, lancar, adil dan jujur. Lebih dari itu, doa kami, Tuhan akan memilih orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan sebagai gubernur DKI Jakarta. Amin!
Akhir2 ini banyak orang yang meragukan kebenaran isi dari kitab suci, mari kita pelajari lebih dalam lagi sebenarnya kitab suci itu perkataan manusia, mitos atau memang benar2 Firman Allah? - Lembar Artikel.
Dan seperti kita ketahui, disamping kehidupan rohani yang terus diguncang dengan adanya ajaran2 palsu, kehidupan secara jasmani juga tidak mudah. Kesulitan ekonomi masih tetap menjadi pergumulan tersendiri. Ada pengalaman pribadi yang menarik untuk kita pelajari mengenai bagaimana mengelola pendapatan yang kita peroleh sedemikian rupa sehingga bukan saja kebutuhan sehari2 kita tercukupi bahkan kita masih bisa menabung! - Lembar Kesaksian
Ada peribahasa "Pelanduk diseberang kelihatan, gajah di pelupuk mata tidak tampak". Peribahasa ini sering dipakai untuk orang yang senantiasa mencari kesalahan orang lain. Di samping itu peribahasa ini juga mencerminkan orang yang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki - Lembar Renungan
Anda ingin tahu "Rahasia Mengasihi Allah"? Juga jangan lewatkan kesaksian penginjil dari China John Sung Shang Chieh di Lembar Media.
Selamat menikmati berkat Tuhan melalui Blog Proskuneo ini.
Dalam kasih dan anugerahNya,
Pengurus PD Proskuneo
Senin, 09 Juli 2007
Rabu, 30 Mei 2007
Syalom ...
Tidak terasa ya kita sudah melewati setengah dari tahun 2007 dan saat ini memasuki bulan ke-7 dan seiring waktu berlalu tanpa kita sadari, kita akan segera sampai di bulan ke-12!
Walaupun waktu seolah-olah berlari meninggalkan kita, blog PD Proskuneo tetap setia hadir menemani sahabat dengan tulisan-tulisan yang pasti memberkati kita semua, bukan hanya sahabat sebagai pembaca, tapi kami sebagai penyunting pun diberkati!
Lembar Artikel
Israel, Gereja dan Kitab Wahyu - apa hubungannya?
Bagaimana pandangan umat kristen sendiri?
Lembar Renungan
Seringkali pengalaman yang kita terima dari orang tua kita, secara tidak langsung juga kita terapkan ke anak-anak kita. Simaklah pelajaran yang sangat berharga dalam tulisan "Ciuman Seorang Anak"
Lembar Kesaksian
Biskuit yang ditukar dengan bunyi, apakah itu?
Lembar Media
- Fokus kunci untuk terobosan
- 10 Kesalahpahaman tentang sukses
- Kita memiliki super komputer sendiri
Jangan lewatkan beberapa selingan humor yang pasti seru dan lucu!
Akhir kata, pengurus ucapkan selamat menikmati berkat Tuhan melalui semua tulisan yang terdapat dalam tiap lembar blog ini! Dan nantikan kami di bulan yang akan datang. Tuhan Yesus dipermuliakan!
Dalam pelayananNnya,
Pengurus PD Proskuneo
Walaupun waktu seolah-olah berlari meninggalkan kita, blog PD Proskuneo tetap setia hadir menemani sahabat dengan tulisan-tulisan yang pasti memberkati kita semua, bukan hanya sahabat sebagai pembaca, tapi kami sebagai penyunting pun diberkati!
Lembar Artikel
Israel, Gereja dan Kitab Wahyu - apa hubungannya?
Bagaimana pandangan umat kristen sendiri?
Lembar Renungan
Seringkali pengalaman yang kita terima dari orang tua kita, secara tidak langsung juga kita terapkan ke anak-anak kita. Simaklah pelajaran yang sangat berharga dalam tulisan "Ciuman Seorang Anak"
Lembar Kesaksian
Biskuit yang ditukar dengan bunyi, apakah itu?
Lembar Media
- Fokus kunci untuk terobosan
- 10 Kesalahpahaman tentang sukses
- Kita memiliki super komputer sendiri
Jangan lewatkan beberapa selingan humor yang pasti seru dan lucu!
Akhir kata, pengurus ucapkan selamat menikmati berkat Tuhan melalui semua tulisan yang terdapat dalam tiap lembar blog ini! Dan nantikan kami di bulan yang akan datang. Tuhan Yesus dipermuliakan!
Dalam pelayananNnya,
Pengurus PD Proskuneo
Senin, 28 Mei 2007
Syalom ...
Bulan Juni ini kita akan diberkati dengan beberapa tulisan yang dimuat dalam lembar yang terdapat dalam blog ini, antara lain :
Lembar Artikel,
Banyak argumentasi mengenai penciptaan dunia. Apakah secara evolusi versi teori Darwin atau Sabda Tuhan versi alkitab? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk kehidupan di dunia ini? Beberapa pertanyaan tersebut akan dikupas tuntas di lembar Artikel.
Lembar Renungan,
Hidup di dunia ini tidaklah mudah. Meskipun kita anak-anak Tuhan, tidak berarti kita kebal terhadap penderitaan, pergumulan dan tantangan yang ada. Seringkali muncul pertanyaan dalam hati kita, mengapa Bapa yang baik dan penuh kasih, mengijinkan penderitaan terjadi atas kita? Jawabannya ada di lembar Renungan.
Lembar Kesaksian,
Ada seorang ibu yang memiliki anak tiri. Tidak seperti cerita yang lazim beredar di masyarakat bahwa ibu tiri dan anak tiri tidak pernah bisa saling menyayangi, bahkan yang ada adalah kebencian. Di lembar Kesaksian ini kita akan disuguhi cerita yang sangat berbeda.
Lembar Media,
Benarkah Yesus adalah Mesias yang dijanjikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan diajak menelusuri ayat demi ayat dalam alkitab kita.
Stephen Tong, Caleb Tong, Solomon Tong, siapa yang tidak mengenal mereka? Kita akan membaca kesaksian dibalik 'kesuksesan' mereka.
Wah ... benar-benar menarik kan??? Untuk itu, jangan lewatkan satu lembar pun!
Selamat membaca dan selamat menikmati berkat Tuhan yang melimpah-limpah!
Dalam kasih dan anugerahNya,
Pengurus PD Proskuneo
Bulan Juni ini kita akan diberkati dengan beberapa tulisan yang dimuat dalam lembar yang terdapat dalam blog ini, antara lain :
Lembar Artikel,
Banyak argumentasi mengenai penciptaan dunia. Apakah secara evolusi versi teori Darwin atau Sabda Tuhan versi alkitab? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membentuk kehidupan di dunia ini? Beberapa pertanyaan tersebut akan dikupas tuntas di lembar Artikel.
Lembar Renungan,
Hidup di dunia ini tidaklah mudah. Meskipun kita anak-anak Tuhan, tidak berarti kita kebal terhadap penderitaan, pergumulan dan tantangan yang ada. Seringkali muncul pertanyaan dalam hati kita, mengapa Bapa yang baik dan penuh kasih, mengijinkan penderitaan terjadi atas kita? Jawabannya ada di lembar Renungan.
Lembar Kesaksian,
Ada seorang ibu yang memiliki anak tiri. Tidak seperti cerita yang lazim beredar di masyarakat bahwa ibu tiri dan anak tiri tidak pernah bisa saling menyayangi, bahkan yang ada adalah kebencian. Di lembar Kesaksian ini kita akan disuguhi cerita yang sangat berbeda.
Lembar Media,
Benarkah Yesus adalah Mesias yang dijanjikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan diajak menelusuri ayat demi ayat dalam alkitab kita.
Stephen Tong, Caleb Tong, Solomon Tong, siapa yang tidak mengenal mereka? Kita akan membaca kesaksian dibalik 'kesuksesan' mereka.
Wah ... benar-benar menarik kan??? Untuk itu, jangan lewatkan satu lembar pun!
Selamat membaca dan selamat menikmati berkat Tuhan yang melimpah-limpah!
Dalam kasih dan anugerahNya,
Pengurus PD Proskuneo
Senin, 23 April 2007
Syalom ...
Kita jumpa lagi di edisi Mei 2007
Ada banyak tulisan yang bisa kita nikmati baik di lembar Renungan, Artikel, Media maupun Kesaksian. Dan ....
Jangan lupa berkunjung ke lembar Dokumentasi untuk menyaksikan momen saat PT. Indosentra Pelangi melalui PD Proskuneo memberikan sedikit dana kepada gereja di sekitar perusahaan.
Selamat membaca!
Tuhan Yesus memberkati!
23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
23:11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
23:12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.
23:13. Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki- Nya, dilaksanakan- Nya juga.
23:14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan- Nya.
Membangun Pesan Kehidupan | Ayub 23:10-14
Bayangkanlah Anda pergi ke suatu restoran mewah untuk makan malam. Meja diberi alas kain sutra, dan di atasnya diletakkan gelas-gelas kristal dari China . Pelayan menghidangkan makanan di atas piring keramik China dengan lukisan yang sangat indah. Namun makanannya ternyata hanya sekeping manisan. Betapa kecewanya hati Anda! Anda berharap akan menerima aneka hidangan yang nikmat dan bergizi, namun di hadapan Anda hanya ada secuil manisan saja!
Hidup kita pun dapat menyerupai makanan yang mengecewakan itu. Kita tidak memiliki pesan untuk disampaikan, tidak memiliki apa-apa untuk ditawarkan, kecuali secuil manisan. Saudaraku, hidup yang berarti adalah hidup yang berisi pesan, yang bisa didengar oleh keluarga, teman, dan bahkan diri kita sendiri. Tidak cukup bagi kita hanya menj adi porsi yang sangat kecil dari berkat Tuhan bagi orang lain. Bapa menghendaki agar kita dapat memberi pengaruh yang kuat, yang membuat orang lain tidak akan pernah sama lagi karena keberadaan kita.
Jika Tuhan sedang membangun suatu pesan berharga ke dalam hidup kita, biarkanlah Dia menyelesaikannya. Ketika suatu peristiwa buruk terj adi atas seizin Allah guna membentuk kita, percayalah bahwa Dia akan mendatangkan kebaikan darinya (Roma 8:28). Tidak ada orang yang dapat membagikan suatu pesan pengharapan tanpa ia terlebih dahulu mengalami kesesakan. Ketika kita mengalami kepahitan, nasihat dan penghiburan dari orang yang pernah mengalami kepahitan serupa akan terasa kuasanya. J adi , biarkanlah Tuhan membentuk kita melalui berbagai peristiwa, agar kita sanggup membawakan pesan pengharapan kepada orang lain.
Kita jumpa lagi di edisi Mei 2007
Ada banyak tulisan yang bisa kita nikmati baik di lembar Renungan, Artikel, Media maupun Kesaksian. Dan ....
Jangan lupa berkunjung ke lembar Dokumentasi untuk menyaksikan momen saat PT. Indosentra Pelangi melalui PD Proskuneo memberikan sedikit dana kepada gereja di sekitar perusahaan.
Selamat membaca!
Tuhan Yesus memberkati!
23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
23:11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
23:12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.
23:13. Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki- Nya, dilaksanakan- Nya juga.
23:14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan- Nya.
Membangun Pesan Kehidupan | Ayub 23:10-14
Bayangkanlah Anda pergi ke suatu restoran mewah untuk makan malam. Meja diberi alas kain sutra, dan di atasnya diletakkan gelas-gelas kristal dari China . Pelayan menghidangkan makanan di atas piring keramik China dengan lukisan yang sangat indah. Namun makanannya ternyata hanya sekeping manisan. Betapa kecewanya hati Anda! Anda berharap akan menerima aneka hidangan yang nikmat dan bergizi, namun di hadapan Anda hanya ada secuil manisan saja!
Hidup kita pun dapat menyerupai makanan yang mengecewakan itu. Kita tidak memiliki pesan untuk disampaikan, tidak memiliki apa-apa untuk ditawarkan, kecuali secuil manisan. Saudaraku, hidup yang berarti adalah hidup yang berisi pesan, yang bisa didengar oleh keluarga, teman, dan bahkan diri kita sendiri. Tidak cukup bagi kita hanya menj adi porsi yang sangat kecil dari berkat Tuhan bagi orang lain. Bapa menghendaki agar kita dapat memberi pengaruh yang kuat, yang membuat orang lain tidak akan pernah sama lagi karena keberadaan kita.
Jika Tuhan sedang membangun suatu pesan berharga ke dalam hidup kita, biarkanlah Dia menyelesaikannya. Ketika suatu peristiwa buruk terj adi atas seizin Allah guna membentuk kita, percayalah bahwa Dia akan mendatangkan kebaikan darinya (Roma 8:28). Tidak ada orang yang dapat membagikan suatu pesan pengharapan tanpa ia terlebih dahulu mengalami kesesakan. Ketika kita mengalami kepahitan, nasihat dan penghiburan dari orang yang pernah mengalami kepahitan serupa akan terasa kuasanya. J adi , biarkanlah Tuhan membentuk kita melalui berbagai peristiwa, agar kita sanggup membawakan pesan pengharapan kepada orang lain.
Kamis, 22 Maret 2007
Syalom ...
Seringkali kita kecewa dan marah, apabila apa yang menjadi harapan atau keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Di lembar KESAKSIAN, kita akan disadarkan bahwa tidak terkabulnya keinginan kita yang seringkali menyakitkan hati kita justru membawa kebaikan bagi kita, karena harus kita akui bahwa sebagai manusia, kita tidak akan pernah mampu mengetahui apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita di masa-masa yang akan datang.
Di lembar ARTIKEL, kita akan belajar dari salah satu tokoh Alkitab yang bernama EUNIKE. Sedangkan di lembar MEDIA, tersedia banyak tulisan yang cukup untuk memberi makan rohani kita.
Tanpa bermaksud memperpanjang promosi ini (^o^), kami sarankan sahabat membaca semua isi Blog ini sampai tuntas ... tas ... tas ... dan kami berdoa, berkat demi berkatNya akan senantiasa mengalir melalui setiap tulisan yang sahabat baca. Selamat menikmati berkatNya!
Oya berkat yang sahabat terima, jangan lupa kasih kesaksian ke kami ya ...
Di jaman seperti ini, uang menjadi tolok ukur dalam segala hal. Semua kegiatan kita selalu dikaitkan dengan uang, bahkan kita mengeluarkan sesuatu pun membutuhkan uang (contoh : -maaf- ke toilet). Di lembar RENUNGAN, kita akan belajar bahwa uang/kekayaan/kemewahan tidak bisa membeli kebahagiaan yang kita butuhkan.
Seringkali kita kecewa dan marah, apabila apa yang menjadi harapan atau keinginan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Di lembar KESAKSIAN, kita akan disadarkan bahwa tidak terkabulnya keinginan kita yang seringkali menyakitkan hati kita justru membawa kebaikan bagi kita, karena harus kita akui bahwa sebagai manusia, kita tidak akan pernah mampu mengetahui apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita di masa-masa yang akan datang.
Di lembar ARTIKEL, kita akan belajar dari salah satu tokoh Alkitab yang bernama EUNIKE. Sedangkan di lembar MEDIA, tersedia banyak tulisan yang cukup untuk memberi makan rohani kita.
Tanpa bermaksud memperpanjang promosi ini (^o^), kami sarankan sahabat membaca semua isi Blog ini sampai tuntas ... tas ... tas ... dan kami berdoa, berkat demi berkatNya akan senantiasa mengalir melalui setiap tulisan yang sahabat baca. Selamat menikmati berkatNya!
Oya berkat yang sahabat terima, jangan lupa kasih kesaksian ke kami ya ...
Kesaksian sahabat bisa dikirim via e-mail : litalia@indofood.co.id
Jesus Bless Us!
Senin, 19 Februari 2007
Syalom!
Senang sekali bisa memasuki bulan ke-3 di tahun 2007.
Bulan ini kita akan merenungkan mengenai prinsip apa saja yang perlu kita lakukan dalam kita berbagi tentang suatu masalah dengan orang lain secara sehat (Renungan), kemudian kita juga akan belajar bagaimana menjadi istri yang bijak versi Salomo (Artikel).
Di lembar Kesaksian, kita akan membaca kisah hidup seorang artis yang kecanduan narkoba. Kita juga akan belajar tentang makna beriman dan keuntungan melakukan sesuatu yang positif di lembar Media.
Jangan lupa tengoklah lembar Dokumentasi yang pasti akan membuat sahabat semakin mengenal kami.
Akhir kata, selamat menikmati Blog PD Proskuneo edisi Maret 2007
Tuhan Yesus memberkati!
Senang sekali bisa memasuki bulan ke-3 di tahun 2007.
Bulan ini kita akan merenungkan mengenai prinsip apa saja yang perlu kita lakukan dalam kita berbagi tentang suatu masalah dengan orang lain secara sehat (Renungan), kemudian kita juga akan belajar bagaimana menjadi istri yang bijak versi Salomo (Artikel).
Di lembar Kesaksian, kita akan membaca kisah hidup seorang artis yang kecanduan narkoba. Kita juga akan belajar tentang makna beriman dan keuntungan melakukan sesuatu yang positif di lembar Media.
Jangan lupa tengoklah lembar Dokumentasi yang pasti akan membuat sahabat semakin mengenal kami.
Akhir kata, selamat menikmati Blog PD Proskuneo edisi Maret 2007
Tuhan Yesus memberkati!
Rabu, 06 Desember 2006
The Last Destination
Banyak orang pandai merencanakan sasaran atau goal untuk organisasi, divisi, perusahaan, bahkan dalam skala besar bangsa, namun nyaris melupakan apa yang harus direncanakan untuk keluarganya dan dirinya.
Ketika menyadari biasanya telah terlambat. Alibi berkorban untuk segala-galanya demi sebuah kesuksesan akhirnya merupakan pujian kosong yang disesali-pun sudah tidak ada gunanya.
Ada dua argumentasi manusia. Pertama, ada yang mengatakan yang terpenting adalah langkah pertama; tidak mungkin kita tiba di tempat tujuan yang kita rencanakan apabila kita tidak pernah melakukan langkah pertama. Kedua, yang mengatakan bahwa yang terpenting adalah langkah terakhir, karena dari manapun dan kapanpun kita mulai melangkah tidak menjadi persoalan lagi ketika kita tiba di tempat tujuan. Kedua-duanya benar apabila di gabungkan. Langkah pertama penting, namun lebih penting lagi langkah terakhir - The Last Destination.
Ada hal lain yang jauh lebih mendalam dalam kehidupan manusia. Manusia seutuhnya sesungguhnya terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa dan roh. Bagaimana kita dapat memahami ini dengan mudah? Marilah kita melangkah ke ruangan ICU atau ICCU di salah satu rumah sakit. Disitu sedang tergeletak seorang bapak atau ibu dengan berbagai selang, jarum yang menempel di wajah dan tubuhnya dan disamping kiri dan kanan terlihat beberapa tabung untuk menolong pernafasan. Di atas ranjang ada beberapa layar monitor untuk memantau denyut jantung dan paru-paru. Tanda-tanda kehidupan nampak dari naik turunnya dada yang sedang bernafas dan detak jantungnya terlihat dari gerak naik turunnya grafik di layar monitor. Dia masih hidup, tubuhnya masih utuh, jiwanya masih utuh, ketika anda mendekat terlihat matanya menerawang. Anda ajak bicara ia tidak menyahut, hanya grafik di monitor terlihat bergerak sedikit lebih cepat. Andapun kembali ke rumah, dan belum sempat anda beristirahat, tiba-tiba handphone anda berbunyi dan berita sedih anda terima, ternyata sahabat anda telah tiada. Anda buru-buru kembali ke rumah sakit, masih sempat melihat orang yang anda kenal dekat itu terbujur belum kaku. Semua selang dan jarum telah dicabuti. Tidak ada tampak tanda-tanda kehidupan lagi, ketika anda raba tubuh mulai mendingin. Roh dan jiwa-nya telah meninggalkan raga. Tanpa roh dan jiwa, manusia hanyalah seonggok daging dan tulang. Betapapun orang itu sukses dalam hidupnya, secara lahiriah, ia tidak dapat membeli sebuah “proper last destination” bagi “hidup” setelah kematiannya. Namun bukan pula berarti bahwa ia sama sekali tidak dapat memilikinya.
Rasul Paulus, seorang murid Yesus, mengungkapkan dalam suratnya ke jemaat di Roma (8: 28 - 30) : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
TUHAN telah merancangkan sebuah “last destination” bagi manusia, yaitu memberikan kemuliaan kepada manusia agar menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yaitu Yesus Kristus.
Dan untuk itu ada 4 (empat) tahap yang akan dilalui manusia sesuai dengan rancangan TUHAN, pertama, ditentukan, kedua, dipanggil, ketiga, dibenarkan dan yang keempat, dimuliakan.
Keempat tahap ini berurusan khususnya dengan roh dan jiwa manusia, oleh karenanya tidak terbatas hanya dalam kehidupan di dunia namun terus bersambung di kehidupan kekal setelah kematian lahiriah.
TUHAN menegaskan: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29: 11)
Pertanyaannya, siapakah yang dimaksud oleh TUHAN dengan mereka dalam Roma 8: 28 diatas? Setiap orang! “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yohanes 6: 40)
Pilihan ada di tangan manusia, apakah ia menyediakan dirinya untuk memenuhi panggilan itu atau tidak, mempercayai dan menerima Anak Tunggal Allah BAPA, yaitu Yesus Kristus, percaya kepada-Nya sebagai TUHAN dan Juru Selamat bagi jiwa dan roh-nya atau menolak-Nya.
Keputusan itu berhubungan erat dengan “the last destination” bagi hidupnya ketika ia berada di dunia maupun di alam roh, kehidupan kekal, yaitu ketika lahiriahnya telah mati, berpisah antara raga dan jiwa.
Semua orang, dalam kedudukan dan status apapun tidak bisa memperoleh kekecualian. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14: 6)
Sementara kita membuat perencanaan yang excellent untuk sebuah ultimate goal bagi perusahaan, bagi divisi atau departemen kita, maka kitapun perlu menyadari perlunya membuat rancangan bagi masa depan roh dan jiwa kita, “the last destination” itu.
“Success on earth; welcomed in Heaven” itulah yang harus menjadi moto hidup kita.
TUHAN memberkati anda.
Eliezer H. Hardjo
Banyak orang pandai merencanakan sasaran atau goal untuk organisasi, divisi, perusahaan, bahkan dalam skala besar bangsa, namun nyaris melupakan apa yang harus direncanakan untuk keluarganya dan dirinya.
Ketika menyadari biasanya telah terlambat. Alibi berkorban untuk segala-galanya demi sebuah kesuksesan akhirnya merupakan pujian kosong yang disesali-pun sudah tidak ada gunanya.
Ada dua argumentasi manusia. Pertama, ada yang mengatakan yang terpenting adalah langkah pertama; tidak mungkin kita tiba di tempat tujuan yang kita rencanakan apabila kita tidak pernah melakukan langkah pertama. Kedua, yang mengatakan bahwa yang terpenting adalah langkah terakhir, karena dari manapun dan kapanpun kita mulai melangkah tidak menjadi persoalan lagi ketika kita tiba di tempat tujuan. Kedua-duanya benar apabila di gabungkan. Langkah pertama penting, namun lebih penting lagi langkah terakhir - The Last Destination.
Ada hal lain yang jauh lebih mendalam dalam kehidupan manusia. Manusia seutuhnya sesungguhnya terdiri dari tiga bagian: tubuh, jiwa dan roh. Bagaimana kita dapat memahami ini dengan mudah? Marilah kita melangkah ke ruangan ICU atau ICCU di salah satu rumah sakit. Disitu sedang tergeletak seorang bapak atau ibu dengan berbagai selang, jarum yang menempel di wajah dan tubuhnya dan disamping kiri dan kanan terlihat beberapa tabung untuk menolong pernafasan. Di atas ranjang ada beberapa layar monitor untuk memantau denyut jantung dan paru-paru. Tanda-tanda kehidupan nampak dari naik turunnya dada yang sedang bernafas dan detak jantungnya terlihat dari gerak naik turunnya grafik di layar monitor. Dia masih hidup, tubuhnya masih utuh, jiwanya masih utuh, ketika anda mendekat terlihat matanya menerawang. Anda ajak bicara ia tidak menyahut, hanya grafik di monitor terlihat bergerak sedikit lebih cepat. Andapun kembali ke rumah, dan belum sempat anda beristirahat, tiba-tiba handphone anda berbunyi dan berita sedih anda terima, ternyata sahabat anda telah tiada. Anda buru-buru kembali ke rumah sakit, masih sempat melihat orang yang anda kenal dekat itu terbujur belum kaku. Semua selang dan jarum telah dicabuti. Tidak ada tampak tanda-tanda kehidupan lagi, ketika anda raba tubuh mulai mendingin. Roh dan jiwa-nya telah meninggalkan raga. Tanpa roh dan jiwa, manusia hanyalah seonggok daging dan tulang. Betapapun orang itu sukses dalam hidupnya, secara lahiriah, ia tidak dapat membeli sebuah “proper last destination” bagi “hidup” setelah kematiannya. Namun bukan pula berarti bahwa ia sama sekali tidak dapat memilikinya.
Rasul Paulus, seorang murid Yesus, mengungkapkan dalam suratnya ke jemaat di Roma (8: 28 - 30) : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
TUHAN telah merancangkan sebuah “last destination” bagi manusia, yaitu memberikan kemuliaan kepada manusia agar menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yaitu Yesus Kristus.
Dan untuk itu ada 4 (empat) tahap yang akan dilalui manusia sesuai dengan rancangan TUHAN, pertama, ditentukan, kedua, dipanggil, ketiga, dibenarkan dan yang keempat, dimuliakan.
Keempat tahap ini berurusan khususnya dengan roh dan jiwa manusia, oleh karenanya tidak terbatas hanya dalam kehidupan di dunia namun terus bersambung di kehidupan kekal setelah kematian lahiriah.
TUHAN menegaskan: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29: 11)
Pertanyaannya, siapakah yang dimaksud oleh TUHAN dengan mereka dalam Roma 8: 28 diatas? Setiap orang! “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yohanes 6: 40)
Pilihan ada di tangan manusia, apakah ia menyediakan dirinya untuk memenuhi panggilan itu atau tidak, mempercayai dan menerima Anak Tunggal Allah BAPA, yaitu Yesus Kristus, percaya kepada-Nya sebagai TUHAN dan Juru Selamat bagi jiwa dan roh-nya atau menolak-Nya.
Keputusan itu berhubungan erat dengan “the last destination” bagi hidupnya ketika ia berada di dunia maupun di alam roh, kehidupan kekal, yaitu ketika lahiriahnya telah mati, berpisah antara raga dan jiwa.
Semua orang, dalam kedudukan dan status apapun tidak bisa memperoleh kekecualian. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14: 6)
Sementara kita membuat perencanaan yang excellent untuk sebuah ultimate goal bagi perusahaan, bagi divisi atau departemen kita, maka kitapun perlu menyadari perlunya membuat rancangan bagi masa depan roh dan jiwa kita, “the last destination” itu.
“Success on earth; welcomed in Heaven” itulah yang harus menjadi moto hidup kita.
TUHAN memberkati anda.
Eliezer H. Hardjo
Langganan:
Postingan (Atom)